5 Cara Mengontrol Pikiran Biar Nafsu Makan Tidak Berlebihan

Cara Mengontrol Pikiran Biar Nafsu Makan Tidak Berlebihan

Pengaturan emosi turut berperan penting ketika seseorang ingin mengendalikan nafsu makan dalam rangka menurunkan berat badan.

Memang tidak bisa instan dilakukan. Tapi setidaknya, Anda bisa mulai pelan-pelan mengendalikan perasaan Anda ketika berhadapan dengan makanan.

Perlahan tapi pasti, cobalah cara berikut ini agar Anda bisa mengontrol nafsu makan melalui metode mindful-eating. Ini dia cara yang bisa Anda lakukan.

1. Perhatikan benar-benar porsi makanan
Tak memperhatikan porsi makanan yang akan disantap bisa membuat seseorang kalap sampai harus menunggu kenyang sekali untuk berhenti makan. Padahal, dengan cara mudah yakni memperhatikan porsi makanan Anda, Anda bisa mengontrol seberapa banyak makanan yang bisa masuk ke mulut.

“Hindari mengonsumsi makanan di wadah kotak, plastik, atau kantong misalnya keripik. Lebih baik taruh di wadah datar seperti piring atau mangkuk yang tak begitu cekung. Dengan begitu, Anda bisa memperhatikan porsi makanan yang sebenarnya dan bisa mengontrol seberapa banyak makanan yang seharusnya Anda konsumsi,” tutur Lesley Lutes, PhD, associate profesor psikologi di East Carolina University.

2. Anggap Anda sebagai kritikus makanan
Psikolog klinis di Durham, Katie Rickel PhD memberi tips berperanlah menjadi kritikus makanan ketika Anda sedang mengonsumsi sesuatu. Artinya, rasakan tiap gigitan dan kunyahan makanan lalu pikirkan apa rasa, tekstur, dan sensai yang ditimbulkan makanan tersebut.

“Saat mencicipi sebuah anggur bak kritikus makanan, satu buah saja Anda bisa merasakan manis tidaknya anggur itu dan bagaimana tekstur kulitnya. Tapi, jika Anda langsung lahap beberapa buah anggur, Anda hanya merasa seperti mengonsumsi jus anggur saja,’ tutur Katie.

3. Observasi pengalaman batin Anda
Mengenali tubuh Anda penting untuk mengendalikan nafsu makan. Artinya, setiap hari perhatikanlah apa kebiasaan tubuh misalnya bagaimana tanda ketika perut terasa kenyang serta belajar membedakan rasa lapar yang sebenarnya dan lapar karena haus.

“Kita harus kenali tubuh kita, pola makannya seperti apa. Kalau malam misalnya pengen beli makanan ini itu tapi biasanya nggak habis, ya besok-besoknya jangan dibeli. Jadi perhatikan dari pengalaman yang sudah-sudah,” kata ahli gizi Rita Ramayulis DCN, MKes.

4. Konsumsi seberapa banyak yang Anda butuhkan
Jangan kedepankan keinginan Anda untuk melahap makanan yang ada di depan mata. Untuk itu, perlu pelajari sinyal tubuh Anda sehingga Anda tahu kapan harus berhenti makan dan masih bisa melanjutkan makan, demikian dikatakan Lutes.

“Santai saja dan tak perlu menjadi orang yang serakah saat berhadapan dengan makanan. Ketika Anda merasa masih ingin makan tetapi tubuh sudah memberi sinyal ‘cukup’ misalnya dengan tahak atau perut terasa agak penuh, berhentilah. Itu tandanya kebutuhan makan Anda sudah terpenuhi, bukan keinginan makan,” papar Lutes.

5. ‘Sadar diri’ saat makan
Sebelum memilih dan mencomot makanan yang disajikan di depan Anda, cobalah untuk bermeditasi. Dengan begini, diharapkan Anda akan lebih sadar atas kondisi tubuh seperti seberapa besar rasa lapar Anda dan berapa banyak makanan yang seharusnya dikonsumsi.

“Caranya, tarik napas perlahan sambil perhatikan makanan di depan Anda. Tak perlu sampai menutup mata yang penting Anda bisa fokus dan dapat perlahan-lahan merasakan kondisi tubuh. Seberapa lapar Anda dan seberapa banyak makanan yang sekiranya sudah Anda konsumsi,” terang Rickel.

Jika ada pertanyaan lain, silakan ditanyakan di bawah ini: